You Are Reading

0

Anak Zaman Sekarang VS Anak Zaman Dulu

Adi Selasa, 25 Juni 2013


Saya cukup prihatin sekali dengan apa yang terjadi di negeri ini, dari mulai para pejabat negeri yang hobinya ‘ngambilin’ duit rakyat sampai para generasi mudanya yang seperti kehilangan dunianya. Ya, kehilangan ‘dunia’. Kenapa kehilangan dunianya?. Mungkin saya memang tidak tau pasti tentang keadaan anak zaman dahulu, karna saya memang dilahirkan pada zaman yang ga dulu-dulu amat. Tapi yang saya tau (hasil searchingan google) anak zaman dahulu masih bisa ngedapitin yang namanya nilai-nilai moral yang ngebawa mereka masuk kedalam dunia yang memang benar-benar dunia anak-anak. Nah, kalau anak zaman sekarang?, mungkin saya hanya bisa ikut prihatin sekaligus tertawa dalam penderitaan yang dihadapi bangsa ini.

Seperti kata pepatah bahwa “Masa depan suatu bangsa itu bisa dilihat dari kehidupan generasi mudanya zaman sekarang”, nah kalau generasi muda kita zaman sekarang aja seperti ini apa jadinya negeri kita di masa depan?.

Itulah sepintas tentang perbedaan kehidupan anak zaman dulu dengan anak zaman sekarang, yang saya mau tulis disini adalah perbedaan yang lebih terasa sangat jelas sekali antara anak zaman dulu dengan anak zaman sekarang, perbedaan itu antara lain:

1)  Musik/Lagu
Zaman dulu musik anak-anak itu bisa menjadi salah satu bahan buat pembelajaran anak-anak, karna didalamnya terdapat pesan-pesan yang bisa ngebuat anak tersebut mengenali dan mempelajari sedikit demi sedikit tentang kehidupan ini. Contoh, lagu ‘Bangun Tidur’. Isinya memberi pelajaran kepada anak kalau sehabis bangun tidur itu baiknya kita mandi, gosok gigi, terus bantuin ibu kita ngeberesin tempat tidur. Nah, kalau sekarang? Boro-boro abis bangun tidur mandi, bangun aja juga belum tentu (faktor begadang karna abis nonton konser dangdut di kampung sebelah). Ya, inilah perubahan selara musik yang sangat aneh sekali, tapi ini bukan sepenuhnya untuk disalahkan kepada si anak, karna pasti ini dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan pergaulannya. Untuk itu bagi para orang tua yang ingin mempunyai anak yang tumbuh secara moral dengan baik dari kecil, bimbinglah mereka ke arah yang sepatutnya memang mereka harus dapatkan. Karna, mungkin faktor dari kurangnya perhatian orang tua juga bisa menjadi salah satu faktor ‘pelarian’ anak ke arah yang negatif atau ke arah yang seharusnya mereka belom ketahui pada umur tersebut.

2)  Tontonan
Wah ini menjadi salah satu faktor perbedaan anak zaman dulu dengan anak zaman sekarang yang sangat menonjol. Kita sudah bisa menilai sendiri dari tayangan televisi dari setiap harinya. Hanya ada satu dominasi tontonan yang terdapat di dalam televisi, itu adalah ‘SINETRON’. Sinetron ini sungguh menjadi budaya masyarakat Indonesia zaman sekarang. Mereka rela menghabiskan waktu sampai 2 setengah jam atau bahkan lebih hanya untuk menonton tontonan yang jelas-jelas itu hanya rekayasa belaka, dan dari 2 setengah jam tersebut 1 jam lebihnya hanya selangan iklan-iklan yang semakin hari juga semakin ga jelas. Saya benar-benar bingung dengan bangsa ini, iklan rokok atau iklan kartu perdana dibuat dengan kreatif sekali, apa maksudnya ini kita harus menjadi perokok agar menjadi manusia yang kreatif? Apa ini hanya menjadi salah satu cara pemasarannya? tapi yang aneh dari iklan rokok itu sendiri adalah saya belum pernah melihat bintang utamanya itu sendiri merokok, iklan rokok tapi ga ada yang merokok? aneh sekali. Saya pernah melihat iklan yang benar-benar sungguh ngebuat bangga saya akan keindahan bangsa ini tapi pas endingnya ternyata ini adalah iklan rokok. Kenapa iklan tersebut tidak dijadikan sebagai iklan yang memperkenalkan pariwisata di Indonesia?. Saya yakin akan banyak peminat yang ingin mengunjungi Indonesia, dan ini akan menjadi keuntungan bagi pemerintah juga kan?

Oke kembali ke tontonan, zaman dulu kita masih bisa ngeliat yang namanya film yang mendidik anak, contoh: Keluarga Cemara. Ya walaupun ini seperti sinetron juga tapi dalam film ini banyak sekali nilai moral yang ditanamkan. Atau Si Unyil dan Pak Raden, ini menjadi suatu tontonan yang banyak sekali memberi ide-ide kratif pada anak-anak. Film kartun pun zaman dulu terbilang masih banyak sekali. Tapi disini bukan berarti kalau anak-anak itu yang penting adalah harus menonton televisi. Televisi bisa kita jadi kan sebagai pengetahuan akan dunia luar, bahwa kita hidup di dunia ini bukan hanya sendiri melainkan masih banyak sekali jutaan manusia diluar sana sama seperti kita yang ingin merubah dunia ini kearah yang lebih baik pastinya.

3)  Permainan
Zaman dulu yang namanya bermain itu berarti kita keluar rumah, bertemu banyak teman, dan yang pastinya semua organ tubuh kita bergerak. Karna permainan zaman dahulu itu melatih ketangkasan dan pastinya menyenangkan. Selain itu permainan zaman dulu tidak bersifat induvidual, tidak seperti permainan-permainan yang ada pada zaman sekarang. Ya, memang kemajuan teknologi adalah suatu hal yang sangat membanggakan. Banyak sekali pekerjaan-pekerjaan kita menjadi lebih ringan karna kemajuan teknologi ini. Tapi lain halnya dengan kemajuan teknologi pada permainan pada zaman sekarang. Permainan zaman sekarang itu tidak harus keluar rumah, anak jadi sulit bersosialisasi dengan orang lain, dan biasanya bersifat individual.

Zaman saya kecil masih populer sekali yang namanya permainan tradisonal. Seperti: petak umpat, tap benteng, galaksin, tap jongkok, dan enggrang. Mungkin ini menjadi permainan yang terbaik yang saya pernah coba. Selain melatih ketangkasan kita bisa bercanda ria dengan teman-teman kita, suasana yang sangat saya rindukan sampai saat ini. Tapi tidak saya pungkiri kalau saya juga menjajal permainan zaman sekarang, dimana notabennya kita hanya bermainan didepan komputer, duduk, ngeliatin monitor sampai mata beler. Memang awalnya menyenangkan tapi setelah lama kelamaan permainan ini sangat membosankan sekali. Apalagi kalau kita sudah tau cheatnya, permainan menjadi tidak ada tantangannya lagi.

Itulah perbedaan-perbedaan yang terasa jelas yang bisa saya rasakan pada zaman sekarang, mungkin andapun berpikiran yang sama dengan saya.
Tetapi semua itu bukanlah sepenuhnya karna salah satu pihak atau dua pihak saja, ini menjadi tanggung jawab kita semua. Kita harus mulai membenahi dari dalam diri kita sendiri dahulu, kemudian dalam keluarga, lalu lanjut ke lingkungan. Maka liatlah perubahan yang akan terjadi!!!

MAJU ANAK INDONEISA...!!!!



By: adimo22





0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright 2010 Dreamer