You Are Reading

1

Polusi Cahaya

Adi Jumat, 09 November 2012

Polusi cahaya adalah salah satu jenis polusi. Definisi dari polusi cahaya adalah "dampak buruk akibat cahaya buatan manusia". Polusi cahaya biasanya berarti intensitas cahayanya terlalu besar. Beberapa spesies, termasuk tumbuhan dan manusia, mengalami dampak dari polusi cahaya. Kebanyakan orang tidak pernah mendengar apa itu polusi cahaya, dan yang mengetahuinya biasanya tidak peduli atau tidak melakukan apa-apa untuk menanggulanginya. Dalam kondisi normal, polusi cahaya banyak ditimbulkan oleh sumber-sumber cahaya buatan, misalnya dari lampu penerangan jalan, lampu-lampu reklame, lampu dekorasi, lampu taman, lampu dari stadion olahraga, lampu penerangan luar, dan lain-lain, yang umumnya akibat penggunaan sistem penerangan yang tidak tepat.

Pencahayaan yang tidak tepat umumnya menyebabkan terhamburnya cahaya ke atas (ke arah langit) secara percuma, sehingga cahaya terbuang secara sia-sia. Karena itu, terjadinya polusi cahaya biasanya merupakan indikator dari pemborosan energi. Dewasa ini, kita sedang mengalami krisis listrik, namun kita masih saja menghamburkan listrik melalui lampu peneangan yang tidak tepat.

A.     Jenis - Jenis Polusi Cahaya
1)        Light Trespass (cahaya yang salah masuk)
Light trespass biasanya terjadi ketika cahaya yang tidak diinginkan masuk ke sebuah properti, misalnya, bersinar melewati pagar tetangga. Masalah yang biasanya terjadi ketika cahaya yang kuat masuk melalui salah satu jendela rumah dari luar rumah sehingga menyebabkan gangguan tidur atau menutupi pemandangan malam.

 
Beberapa kota di Amerika Serikat telah membentuk standar pencahayaan luar ruangan untuk melindungi hak warganya dari light trespass. Untuk membantu, International Dark-Sky Association telah mengembangkan seperangkat model pencahayaan. The Dark-Sky Association dibentuk untuk mengurangi cahaya naik ke langit yang mengurangi penampakan dari bintang-bintang. Light Trespass bisa dikurangi dengan cara memilih lampu yang membatasi jumlah cahaya yang dipancarkan lebih dari 80° di atas titik nadir.

2)        Over-illumintion (penerangan yang berlebih)
Over-illumination adalah penggunaan cahaya yang berlebihan. Over-illuminnation berasal dari bebereapa faktor:

·     Tidak menggunakan timer, penempatan sensor atau kontrol yang lainnya untuk memeatikan lampu pada saat tidak dibutuhkan.
·           Desain yang tidak layak, khususnya ruang kerja, dengan menentukan tingkat cahaya yang lebih tinggi daripada yang dibutuhkannya.
·       Salah memilih perlengkapan penerangan atau bohlam lampu, yang tidak cocok dengan area yang membutuhkannya.
·           Tidak layaknya pemilihan hardware untuk menggunakan lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas pencahayaannya.
·        Kurangnya pelatihan untuk karyawan dan penghuni bangunan lainnya unutk menggunakan sistem pencahayaan yang efektif.
·           Pemeliharaan pencahayaan yang tidak memadai mengakibatkan peningkatan pencahayaan dan biaya energi.
·          Penggantian lampu merkuri tua dengan lampu natrium halida dengan menggunakan tenaga listrik yang sama.
Sebagian besar masalah diatas dapat di atasi dengan mudah dan teknologi yang murah, tetapi yang paling penting adalah kesadaran publik untuk mengurangi over-illumination.

3)        Glare (cahaya yang menyilaukan)
Glare dibagi menjadi tiga kategori:

·    Silau yang membutakan (blinding glare) dapat dideskripsikan seperti efek setelah melihat matahari, membutakan dan meninggalkan defisiensi penglihatan baik sementara maupun permanen. 

 
·     Silau yang membuat tak mampu melihat (disability glare) dapat dideskripsikan seperti efek setelah melihat lampu mobil yang sedang melaju, mengurangi kontras, dengan pengurangan yang signifikan dalam kemampuan melihat.


·     Silau yang membuat tak nyaman melihat (discomfort glare) tidak menyebabkan situasi yang bahaya, meskipun mengganggu dan menjengkelkan. Dapat menyebabkan kelelahan jika mengalami dalam waktu yang cukup lama.

 
Menurut Mario Motta, Presiden Massachusetts Medical Society, “… Cahaya yang silau dari pencahayaan yang buruk adalah masalah kesehatan publik, terutama jika umurnya lebih tua. Cahaya yang silau berhamburan di mata menyebabkan hilangnya kontras dan menyebabkan kondisi yang tidak aman untuk mengendarai kendaraan.”

4)        Light Clutter (kekacauan cahaya)
Light clutter adalah berlebihnya cahaya yang berkelompok. Cahaya yang berkelompok dapat menimbulkan kebingungan, dan dapat menyebabkan kecelakaan. Light Clutter biasanya terjadi di jalanan, karena desain yang buruk dari lampu jalanan, atau iklan yang terang benderang mengelilingi jalan. Terantung pada motif orang atau organisasi yang memasang lampu, pemasangan dan desain yang mereka lakukan bertujuan untuk mengalihkan perhatian pengendara, dan dapan berkontribusi untuk kecelakaan.

5)        Skyglow (langit yang bercahaya)
Skyglow yang merujuk pada “sinar” efek yang dapat dilihat pada area yang padat penduduknya. Skyglow merupakan kombinasi dari semua lampu yang dipantulkan ke langit yang tersebar dan kembali ke tanah oleh atmosfer. Hamburan ini sangat terkait dengan panjang gelombang cahaya ketika udara sangat bersih (dengan jumlah aerosol yang sedikit).

 
Cahaya merupakan masalah bagi astronom pemula, karena keahlian untuk mengobservasi langit malam dengan properti mereka cenderung terhambat cahaya yang berada disekitarnya. Sehingga sebagian besar observatorium astronomi berada pada zona yang dijaga ketat pembatasan emisi cahayanya.

B.     Dampak dari Polusi Cahaya:
1)        Dampak pada Manusia
Terangnya cahaya malam membuat siklus hormon dalam manusia menjadi sedikit berubah, dan perubahan ini memberi kontribusi yang sangat besar terhadap kesehatan dan psikologi manusia. Menurut penelitian di Eropa menunjukkan bahwa ada kaitan antara wanita yang berada di lingkungan berpolusi cahaya dengan kangker payudara. Selain itu polusi cahaya juga dapat menyebabkan masalah tidur terhadap manusia. Cahaya yang berlebihan dari billboard mengganggu orang yang sedang tidur di apartemen. Dan masih banyak hal - hal lain yang masih diteliti dampaknya.

2)        Dampak Pada Hewan
Kita semua pasti pernah melihat berbagai jenis serangga yang menggerombol di sekitar lampu jalan. Ketika melihat mereka, kita mungkin hanya berfikir bahwa memang serangga tertarik dengan lampu, tapi pada kenyataannya, serangga lebih dari sekedar tertarik melainkan sebuah obsesi. Serangga yang terbang di sekitar lampu bersama dengan serangga lainnya lama kelamaan akan kelelahan, buta, atau bahkan mati terpanggang karena kepanasan. Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa rata-rata setiap lampu jalan di malam hari bisa membunuh sekitar 150 serangga. Jika satu tahun berarti sekitar 54.750 serangga dibunuh oleh sebuah lampu. Bayangkan seandainya ada 50 buah lampu dalam satu kompleks, berarti ada 2.737.500 ekor serangga yang terbunuh dalam satu tahun. Bagaimana pula jika kita hitung juga lampu di seluruh kota, seluruh negara, dan sampai seluruh dunia, pasti akan ratusan juta serangga yang mati. Kita mungkin berpikir semakin bagus semakin banyak serangga yang mati sehingga semakin sedikit yang mengganggu kita, tapi bagi penghuni bumi yang lain seperti burung, kelelawar, reptil dan katak mungkin akan berpikiran lain.

Burung gereja dan burung-burung lain mencari serangga untuk makanan mereka. Jika ratusan juta serangga mati dalam setahun, tentu perburuan makanan akan semakin sulit bagi mereka. Kelelawar, cicak, dan katak juga memburu serangga. Tentu keadaannya akan semakin sulit bagi mereka pada masa yang akan datang. Selain itu, burung-burung tertentu juga melakukan migrasi tahunan ke tempat yang lebih hangat dan kembali ke tempat semula. Burung menggunakan medan magnet bumi sebagai kompas untuk navigasi dan rasi-rasi bintang dan cahaya bulan sebagai petanya. Biasanya mereka melakukan perjalanan sangat jauh antar benua dan berjarak ratusan kilometer menggunakan cahaya bintang dan bulan sebagai pemandu jalan mereka. Pada saat sekarang ini, cahaya benda-benda langit semakin kalah dan redup dengan semakin terangnya cahaya buatan dari perkotaan. Akibatnya, mereka tidak dapat bermigrasi ke tempat yang tepat. Selain itu, cahaya buatan dari gedung-gedung pencakar langit telah mengecoh penginderaan burung-burung sehingga banyak burung yang mati menabrak dinding ataupun kaca gedung tersebut, hal ini terjadi di Toronto, lebih dari 1000 ekor dari 89 spesies mati hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

3)        Dampak pada Penelitian Astronomi

 
Langit yang terkena polusi cahaya akan nampak terang sehingga bintang - bintang atau benda - benda langit lain yang seharusnya bisa terlihat menjadi tidak terlihat. Seperti pada foto rasi bintang orion disamping, yang menunjukkan perbedaan langit yang gelap di sebelah kiri dan langit yang terkena polusi cahaya disebelah kanan. Pada foto disebelah kiri, nampak bintang-bintang pada rasi orion sangat jelas sekali sedangkan pada foto sebelah kanan, kita akan sulit menentukan bintang - bintang mana yang menjadi penanda rasi orion.


C.     Cara Mengurangi Polusi Cahaya
Untuk mengurangi dampak dari polusi cahaya, bukan berarti meniadakan sama sekali pencahayaan di malam hari, karena bagaimana pun, manusia masih membutuhkan bantuan cahaya lampu untuk beraktifitas di malam hari ataupun siang hari, namun yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan "reduce light pollution", caranya yaitu dengan menghemat penggunaan energi, terutama malam hari.

1)        Kita bisa menggunakan cahaya lampu hanya saat dibutuhkan,
2)        Gunakan pencahayaan dengan keterangan yang secukupnya (watt reduction)
3)        Cahaya lampu itu sebaiknya dibuat agar sinarnya mengarah ke bawah bukan ke langit (misalnya, dengan menggunakan tudung lampu),
4)        Melakukan efisiensi pada lampu di halaman rumah, taman kota atau perkantoran. Lampu pada papan reklame bisa dimatikan jika sudah lewat tengah malam, karena aktifitas manusia semakin malam kan semakin menurun. Terkecuali bagi yang bergadang atau yang kerja memang pada malam hari. 

Di bawah ini adalah beberapa contoh penggunaan lampu yang tidak efisien dan lampu yang lebih efisien.


Dari gambar diatas penerangan yang efisien terjadi pada saat keadaan yang “BEST”, karna penerangan pada keadaan ini sinar lampunya berpendar ke bawah bukan ke atas. Sebaliknya pada keadaan “VERY BAD” adalah contoh penerangan yang tidak efisien dan yang menjadi salah satu penyebab dari polusi cahaya. Karna penerangan pada keadaan ini sinar lampunya berpendar tidak hanya ke bawah tetapi ke atas juga.

Jadi polusi itu tidak hanya terjadi di udara ataupun di air saja, cahaya yang berlebihan pun bisa menjadi  polusi baru yang dampaknya pun sangatlah luar biasa jika kita tidak cepat untuk mengatasinya. Untuk itu mulai sekarang ayo kita lebih memperhatikan lagi keadaaan bumi kita, agar keindahannya kelak dapat terjaga sampai anak cucu kita. Kalau bukan diri kita sendiri yang memulai, kepada siapa lagi kita akan berharap???

1 komentar:

Siska qravity mengatakan...

artikelnya sangat bermanfaat sekali

tolak angin sido muncul

Posting Komentar

 
Copyright 2010 Dreamer