2

Training LABALA PTA 2015/2016

Adi Rabu, 29 Juli 2015

1)     Asisten WAJIB mengikuti training dari tanggal 18-27 Agustus 2015, di Kampus E Kelapa Dua, Depok (E533). Pukul 08.30 WIB.

2)        Asisten harus menggunakan pakaian yang rapih dan formal sesuai dengan aturan:
a.    Pria:
·    Boleh memakai batik atau kemeja. Apabila memakai kemaja WAJIB menggunakan dasi formal. Kemeja bukan berbahan DENIM atau SEMI JEANS, tidak bergambar atau bertulis-tulisan kecuali brand.
·   WAJIB memakai celana bahan formal (berwarna polos, bukan DENIM, CHINO atau SEMI JEANS).
·      Tidak diperkenankan menggunakan aksesoris berlebihan kecuali jam tangan.
·      WAJIB menggunakan sepatu tertutup (Pantopel).
b.   Wanita:
·      Boleh memakai batik atau kemeja. Apabila memakai kemeja, kemejanya harus berkerah V, bukan berbahan shifon atau bahan tipis yang transparan, bukan berbahan DENIM atau SEMI JEANS, dan lengan tidak berkaret.
·  WAJIB memakai rok formal (Boleh panjang atau pendek). Rok harus BERWARNA POLOS bukan BERBAHAN SIFON, DENIM atau SEMI JEANS, harus berseleting, dan BUKAN BATIK.
·      WAJIB menggunakan sepatu tertutup (bukan sepatu kets atau sepatu sport).

*Apabila menggunakan rok pendek minimal dibawah dengkul
0

Panduan Pembuatan Modul PTA 2015/2016

Adi Minggu, 12 Juli 2015


1)        Cover Modul
Hal yang harus diperhatikan saat membuat cover modul:


a.    Tahun ajaran praktikum PTA 2015 / 2016 (yang ada di pojok kiri atas)
b.    Nama modul pengembangan (Modul Asisten & Modul Praktikan)
c. Daftar team pengambangan dan programer (dipastikan kembali nama team pengembangannya)
d.   Simbol LABALA
0

Cahaya Kehidupan

Adi Sabtu, 04 Juli 2015


Tanpa disadari seiring waktu berlalu banyak manusia saat ini kehilangan cahaya kehidupannya. Cahaya yang dahulu terang kini semakin hari semakin redup sinarnya. Mungkin semua itu karena keegoan kita pada diri kita sendiri. Ya, seandainya kita manusia dilahirkan tanpa harus memilih mungkin cahaya itu akan selalu bersinar. Namun seperti itu lah kehidupan ini, mungkin cahaya itu semakin redup karna keegoan kita, tapi sesunguhnya cahaya itu bisa tetap bersinar dan akan semakin bersinar karna pilihan kita juga. Dan disaat cahaya itu semakain bersinar maka kehidupan kita akan semakin indah.

Tentukan pilihan kita agar cahaya kehidupan itu semakin menerangi jalan kita....
0

JUDUL JURNAL

Adi Senin, 11 Mei 2015
  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEMILIK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DALAM MEMILIKI NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP) (Survey pada Wajib Pajak Pemilik UMKM yang Terdaftar di KPP Pratama Batu). Putri, Wike Puspasari. 2012. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, Vol 1, No.2.
  2. MENINGKATKAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK MELALUI KUALITAS PELAYANAN. Supadmi, Ni Luh. 2009. Jurnal Akuntansi & Bisnis, Vol. 4, No. 2, Hal:1-14.
  3. KAJIAN EMPIRIS TENTANG KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN DI PERUSAHAAN INDUSTRI PENGOLAHAN DI SURABAYA. Elia Mustikasari. 2007. Simposium Nasional
    Akuntansi X IAI-KAPd. Universitas Hassanudin Makasar 26-28 Juli 2007.
0

LIPPO CIKARANG

Adi Selasa, 07 April 2015


PT. Lippo Cikarang Tbk (LPCK) berdiri sejak 1987. Awalnya bernama PT. Desa Dekalb. Pada 1988 ganti nama menjadi PT. Gunungcermai Inti, lalu pada 1992 berganti lagi menjadi PT. Lippo City Development. Baru pada 1995 perusahaan berganti nama menjadi PT. Lippo Cikarang, hingga kemudian berubah status menjadi perusahaan terbuka sejak 1997. Pada Juni 1997 perusahaan menawarkan 108 juta lembar dengan nilai nominar Rp500 per lembar. Pada Juni 1997, tercatat 696 juta lembar saham tercatat di bursa dengan kode LPCK. Pemegang saham menurut laporan perusahaan pada Februari 2013: PT. Kemuning Satiatama 42,2%, dan publik 57,8%.
0

MERGER DAN AKUISISI LINTAS BATAS NEGARA

Adi Selasa, 24 Maret 2015


1)        Pengertian Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional adalah akuntansi yang memfokuskan kepada issue atau masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menjalankan bisnis internasional, juga mencangkup studi tentang standar akuntansi dan praktek akuntansi di seluruh negara di dunia, serta membandingkan standar dan praktek akuntansi tersebut pada masing-masing negara.
Menurut Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefenisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor impor.
1

ETIKA DALAM KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Adi Senin, 15 Desember 2014


A.       Etika Bisnis Akuntan Publik
Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan. Selain itu dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan meliputi :
1)    Tanggung Jawab Profesi. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semuakegiatan yang dilakukannya.
2)       Kepentingan Publik. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.
3)      Integritas. Auditor dituntut harus memiliki sikap yang baik seperti jujur, bijaksana, serta rasa tanggungjawab yang tinggi atas pekerjaannya.
4)      Obyektivitas. Auditor diharuskan tidak memihak siapa pun dalam melaksanakan tugasnya atau pun mengumpulkan informasi data.
5)      Kerahasiaan. Auditor diharuskan untuk menjaga sebaik mungkin data atau informasi yang di dapatkan dalam melaksanakan tugasnya.
6)   Kompetensi. Auditor dituntut untuk memiliki pengetahuan, pengalaman, keahlian serta keterampilan yang baik dalam melaksanakan tugasnya.
0

Pengukuran dan Pengendalian Biaya Mutu dan Produktivitas

Adi Jumat, 14 November 2014


1

Penentuan Harga Produk dan Jasa

Adi

0

Studi Kasus Penentuan Harga Pokok Menggunakan Metode ABC

Adi



0

ETIKA DALAM AUDITING

Adi Kamis, 30 Oktober 2014


Etika secara garis besar didefinisikan sebagai perangkat prinsip atau nilai moral. Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting karena pada dasarnya berhubungan dengan hukum.
Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria - kriteria yang dimaksud yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen.

Etika dalam auditing adalah suatu prinsip untuk melakukan proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk menentukan dan  melaporkan  kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria-kriteria yang dimaksud yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen.

Auditor harus bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit dengan tujuan untuk memperoleh keyakinan memadai mengenai apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan ataupun kecurangan.

A.   Kepercayaan Publik
Kepercayaan masyarakat umum  sebagai pengguna jasa audit atas independen sangat penting bagi perkembangan profesi akuntan publik. Kepercayaan masyarakat akan menurun jika terdapat bukti bahwa independensi auditor ternyata berkurang, bahkan kepercayaan masyarakat juga bisa menurun disebabkan oleh keadaan mereka yang berpikiran sehat (reasonable) dianggap dapat mempengaruhi sikap independensi tersebut. Untuk menjadi independen, auditor harus secara intelektual jujur, bebas dari setiap kewajiban terhadap kliennya dan tidak mempunyai suatu kepentingan dengan kliennya baik merupakan manajemen perusahaan atau pemilik perusahaan. Kompetensi dan independensi yang dimiliki oleh auditor dalam penerapannya akan terkait dengan etika. Akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga standar perilaku etis tertinggi mereka kepada organisasi dimana mereka bernaung, profesi mereka, masyarakat dan diri mereka sendiri dimana akuntan mempunyai tanggung jawab menjadi kompeten dan untuk menjaga integritas dan obyektivitas mereka. (Nugrahiningsih, 2005)
 
Copyright 2010 Dreamer